Kamis, 26 April 2012

Kehamilanku dengan plasenta previa


Puji Tuhan  bulan April 2011 aku hamil,  kehamilan yang ketiga finally.. Dan sebenarnya usia janin 6 minggu adalah momok yang menakutkan bagi aku dan suami, karena kami harus kehilangan janin di dua kehamilan sebelumnya pada usia 6 minggu, keguguran....... :(

Pada kehamilan ini, akhirnya kami bisa melewati usia janin 6 minggu, dan usia janin pun makin bertambah, dan kami bisa terus melihat bagaimana muncul bentuk kepalanya, tangan dan kakinya, wow... luar biasa ya anugrah Tuhan! makanya kami sangat bersyukur memiliki Sasha, our princess..

Tapi.....pada saat kontrol usia janinku 12 minggu, waktu usg dokter mengatakan, "Mba..ini plasenta previa ya.." Hah, masalah apalagi ini Tuhan?? apa janinku akan baik2 saja...? aku bicara dalam hati. Trauma keguguran kemarin jadi melanda lagi :( Tapi dokterku lanjut lagi bicara, "tapi tenang aja mba, mba boleh khawatir kalau sampai minggu-minggu terakhir plasenta ini tidak berubah." oh, oke deh dokter jawabku dengan wajah sok biasa, tapi hati ini sudah tegangan tinggi tingkat dewa heheheh....

Akhirnya sepulang kontrol, aku langsung cari informasi mengenai plasenta previa baik dari mbah google, maupun bunda2 yang mungkin mengalaminya..

Ternyata teman, plasenta previa itu plasenta yang melekat di dekat atau menutupi serviks (pembukaan rahim yang mengarah ke vagina). Ini akan mengganggu proses kelahiran bayi, karena plasenta menutupi jalan lahir. Nah..plasenta previa itu ada tiga:
  • Plasenta previa lengkap (total): pembukaan serviks internal benar-benar tertutup plasenta.
  • Plasenta previa parsial: pembukaan serviks internal sebagian tertutup plasenta.
  • Plasenta previa marginal: plasenta di tepi pembukaan serviks internal.
Bahaya atau nggak ya plasenta previa?
Sebenarnya resiko terbesar plasenta previa adalah perdarahan.  Semakin banyak plasenta yang menutupi serviks, maka semakin besar risiko perdarahan. Syok dan kematian ibu dapat terjadi jika perdarahan berlebihan. Risiko lainnya adalah sebagai berikut:
  • Memperlambat pertumbuhan janin akibat suplai darah tidak mencukupi
  • Kelahiran prematur
  • Kelahiran cacat
  • Infeksi dan pembentukan bekuan darah
  • Anemia janin
Trus penanganannya gimana ya? Tidak ada pengobatan untuk mengubah posisi plasenta. Bila posisi plasenta tetap menghalangi jalan lahir sampai saat kelahiran, dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani operasi caesar.

Tapi aku percaya dengan kekuatan Tuhan dan memang benar, anak di dalam kandungan itu sangat..sangat mendengar dan mengerti jika kita, orang tua, mengajaknya berkomunikasi.. Setiap hari, setiap saat aku dan suami selalu membisikkan janinku seperti ini "nak.. plasentanya jangan dikasih nutupin jalan lahir kamu ya nak.. supaya kamu bisa keluar nanti dengan lancar" ^^ mungkin terdengar konyol, tapiiii....ini aku dan suami lakukan terus lhoo.. sambil terus kami bawa dalam doa..

Akhirnya pada waktu kontrol kehamilan menjelang 20 minggu, dokter bilang "wah mba mas, plasentanya sudah berubah nih posisinya! jadi tenang aja ya, kalau mau melahirkan secara normal masih bisa nih!" wow, it's miracle!! Kami berdua terus mengucap syukur kepada Tuhan, dan dan kami berdua percaya janinku dalam kandungan juga pasti mendengar apa yang selalu kami katakan! :)

Buat bunda-bunda  yang saat ini sedang mengalami plasenta previa jangan berputus asa ya...still believe in miracle in God's way, dan buat calon2 ibu hamil semoga ini bisa nambah ilmu ya.. makasih..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar